PADANG - Gema Festival Pamalayu yang digagas oleh Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, SE nan telah di launching tanggal 22 Agustus 2019 di Museum Nasional Jakarta ternyata tidak hanya dirasakan oleh warga Dharmasraya, tapi gelegar ajang budaya spektakuler ini juga mewabah ke masyarakat luas. Diiringi dengan rasa penasaran dan keingintahuan yang tinggi dari pengunjung, walau belum dibuka, Stand Dinas Pertanian dan KTNA Dharmasraya pada Pekan Daerah Kontak Tani dan Nelayan Andalan (PEDA) KTNA tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2019 dan Pameran Florikultura tingkat Nasional yang dihelat di parkiran Balai Kota Padang tanggal 7-9 September 2019, langsung diserbu pengunjung.
Dengan tema " Melalui pengembangan produk pertanian berbasis unggulan lokal daerah, kita sukseskan Festival Pamalayu menuju Dharmasraya yang maju dan berbudaya", Stand pameran disulap sedemikian rupa sehingga melahirkan nuansa tersendiri bagi pengunjung untuk mampir langsung, bertanya maupun hanya untuk berselfi ria dengan nanas jumbo Kurnia dan durian Atut yang berbobot 7 kiloan yang notabene adalah ikon buah Dharmasraya. Suguhan ini semakin lengkap, melalui televisi berukuran 43 inch, promosi produk petani, kemajuan pertanian serta sajian Pamalayu Festival oleh Bupati Termuda melalui Vlog pribadi dari Candi Pulau Sawah tersaji disini. Dan tak tanggung-tanggung, Kepala Dinas Pertanian dengan kaos Pamalayu nya turut serta melayani pengunjung.
Tak hanya peserta dan pengunjung lainnya, juga tampak Ir. Benny Warlis ( Assisten II Setdaprov) dan H. Mahyeldi Ansyarullah ( Walikota Padang) yang notabene berlatar pendidikan dan berpengalaman di bidang pertanian ini. " Menurut Saya, harga durian ini tak kurang dari Rp. 500.000,-" tandas pria yang akrab dipanggil Buya ini sambil menikmati keripik tempe olahan petani Dharmasraya. "Pertanian Dharmasraya mantap... !!!" pangkas Alumni Pertanian Unand ini dengan semangat. (Hms/MR)
Editor :






