JAKARTA - Pemerintah sedang mengembangkan proyek tol listrik yang dibangun dari ujung utara hingga ujung selatan pulau Sumatera. Pembangunan proyek tol listrik tahap pertama membentang dari Lahat ke wilayah Galang sepanjang 2.866 kilometer sirkuit sesuai mandat yang diberikan kepada PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PT. PLN) untuk meningkatkan rasio elektrifikasi.
Proyeknya sedang dilakukan PT. Rekadaya Elektrika. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), Perusahaan yang bergerak di bidang Engineering, Procurement, dan Construction (ECP) di Indonesia. PT. Rekadaya Elektrika saat ini sedang melaksanakan penyelesaian proyek pembangunan transmisi (T/L) 150 kV PLTP Muaro Laboh - Gardu Induk (GI) 150 kV Muaro Laboh - Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 275 kV Sungai Rumbai untuk menunjang Proyek tol listrik yang telah di canangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.
Dengan adanya pembaangunan proyek tol listrik tahap pertama ini, memeberikan harapan baru bagi masyarakat dengan terpenuhinya kebutuhan listrik 10 tahun kedepan dan menambah pasokan listrik dengan daya sebesar 25 Megawat (MW) serta akan mengalirkan listrik sebesar 2.000 MW sehingga memperkuat kehandalan Listrik disistem Sumatera.
Proyek pembangunan transmisi (T/L) 150 kV PLTP Muaro Laboh - Gardu Induk (GI) 150 kV Muaro Laboh - Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 275 kV Sungai Rumbai yang dibangun PT. Rekadaya Elektrika sejauh 192,7 KMS (kilometer sirkuit) dan memiliki tower sebanyak 306 tower.
(Hms/MR) Editor : Berita Minang






