Menurutnya, pengalaman berbagai daerah yang sukses menggelar event olahraga berskala besar menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini memiliki potensi besar untuk memperkenalkan destinasi wisata dan menggerakkan ekonomi daerah.
Sementara pounder Minang Geopark Run, Yv Tri saputra, menjelaskan, Minang Geopark Run tidak sekadar menjadi kegiatan olahraga dan pariwisata, tetapi juga membawa misi pelestarian lingkungan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sejak pertama kali digelar pada 2018, kegiatan ini menjadi sarana memperkenalkan potensi Geopark Sumatera Barat sekaligus mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan.
"Tagline Minang Geopark ini adalah memuliakan bumi, menyejahterakan masyarakat. Harus dua-duanya. Lingkungan harus dijaga, tetapi masyarakat di sekitar juga harus mendapatkan manfaat ekonominya," ujarnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menyediakan tiga kategori lomba, yakni 5K Umum, 10K Umum, dan 21K Umum.
Penulis / Wartawan: Yusrizal
Editor: Medio Agusta





