Dengan demikian, keterampilan yang diberikan mencakup proses produksi hingga kesiapan produk untuk dipasarkan. Peserta mempelajari teknik pengolahan, pengendalian mutu, pengemasan, dan penetapan harga jual susu jagung.
Dokumentasi produk pada halaman keempat sumber memperlihatkan susu jagung telah dikemas dalam botol dan dilengkapi label produk. Tampilan tersebut memperkuat arah pengembangan susu jagung dari hasil praktik menjadi produk yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh kelompok masyarakat.
Tingkatkan Nilai Tambah Jagung Lokal
Pengolahan jagung menjadi susu diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan komoditas lokal. Jagung yang sebelumnya dapat dikonsumsi atau dipasarkan sebagai bahan mentah dikembangkan menjadi produk olahan dengan bentuk dan nilai jual yang berbeda.
Keterampilan produksi, pengendalian mutu, pengemasan, dan penetapan harga yang diperoleh selama kegiatan diharapkan mendukung KWT Kampus Indah dan Kelompok Tani Balanti Indah dalam mengembangkan susu jagung sebagai produk berbasis potensi lokal. Dokumen kegiatan menyebut pengembangan tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah jagung, mendukung ketahanan pangan keluarga, serta membuka peluang usaha masyarakat Nagari Sikabu.
Pengembangan susu jagung berbasis komoditas lokal berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui pemanfaatan pangan lokal dan dukungan terhadap ketahanan pangan keluarga.
Pembekalan keterampilan produksi dan penetapan harga untuk membuka peluang usaha relevan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Sementara pengolahan komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah serta pembelajaran mengenai pengendalian mutu dan pengemasan berkaitan dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Kolaborasi UNP dengan KWT Kampus Indah dan Kelompok Tani Balanti Indah juga mencerminkan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dengan perguruan tinggi dan kelompok masyarakat bekerja bersama dalam pengembangan keterampilan berbasis kebutuhan dan potensi lokal.
Kegiatan ini sekaligus mencerminkan implementasi Kampus Berdampak melalui penerapan pengetahuan dan keterampilan perguruan tinggi secara langsung di masyarakat. Dampaknya diarahkan pada kemampuan warga mengolah jagung menjadi susu, menjaga mutu produk, melakukan pengemasan, serta memahami dasar penetapan harga jual.
Editor : Marjeni Rokcalva






