PADANG — Dosen Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) 2026 memberikan pendampingan belajar membaca Alquran kepada 21 anak tunagrahita di UPTD Panti Sosial Bina Grahita “Harapan Ibu”, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.
Kegiatan bertajuk “Program Pendampingan Membaca Alquran bagi Anak Tunagrahita untuk Meningkatkan Kemandirian Literasi Keagamaan di Panti Sosial Bina Grahita ‘Harapan Ibu’” tersebut resmi dibuka pada Jumat, 17 Juli 2026.
Program ini bertujuan membantu meningkatkan kemampuan membaca Alquran sekaligus membangun kemandirian literasi keagamaan anak sesuai dengan kemampuan masing-masing. Pendampingan dilakukan dengan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik anak tunagrahita.
Kepala Seksi Pelayanan Sosial dan Keterampilan UPTD Panti Sosial Bina Grahita “Harapan Ibu”, Sri Hatmi Hutapea, S.Pd., M.Si., yang mewakili kepala UPTD, mengapresiasi pelaksanaan program pengabdian UNP tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan dengan durasi yang lebih panjang agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh anak-anak binaan.
“Apresiasi yang sangat mendalam atas terlaksananya program pengabdian dari UNP. Kami berharap ke depan durasi pendampingannya dapat lebih lama sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, salah satu kelompok mahasiswa yang diketuai Rezky Revalisa memilih Panti Sosial Bina Grahita “Harapan Ibu” sebagai lokasi praktik dakwah. Dari kegiatan tersebut, tim memperoleh gambaran awal mengenai kebutuhan pembelajaran agama bagi anak-anak di panti.
“Berdasarkan pengalaman dan data awal yang diperoleh dari kegiatan tersebut, kami kemudian berinisiatif melanjutkannya melalui Program Pengabdian UNP Berdampak Tahun 2026,” kata Muhammad Yusuf.
Dalam pelaksanaannya, tim memberikan materi secara bertahap, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, membaca Alquran, hingga perbaikan makhraj dan tajwid dasar.
Pendampingan dilakukan sebanyak 12 kali pertemuan selama tiga minggu. Setiap pertemuan berlangsung selama 30 menit. Sebanyak sembilan mahasiswa PAI UNP turut terlibat langsung dalam mendampingi peserta.
Editor : Marjeni Rokcalva






