Setelah memperoleh penjelasan, peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk mempraktikkan seluruh tahapan pembuatan susu jagung dengan pendampingan Tim Pengabdian UNP.
Setiap kelompok melakukan perebusan jagung, pemipilan biji, penghalusan menggunakan blender, penyaringan, pemasakan, hingga pengemasan. Pendampingan dilakukan pada setiap tahap agar proses pengolahan berlangsung secara higienis dan produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik.
Peserta terlibat langsung dalam pengolahan jagung dan penggunaan peralatan sederhana. Pendekatan praktik tersebut memungkinkan peserta mempelajari tahapan produksi secara langsung, bukan hanya melalui penyampaian materi.
Seluruh kelompok berhasil menyelesaikan proses produksi. Susu jagung yang dihasilkan memiliki warna kuning alami, aroma khas jagung, dan tekstur lembut. Produk kemudian dievaluasi bersama berdasarkan rasa, kekentalan, dan keseragaman sebelum peserta membahas peluang pengembangannya sebagai produk usaha.
Susu Jagung Dibahas sebagai Produk Usaha
“Apabila susu jagung ini dijual, berapa harga yang sesuai untuk satu botol?”
Berdasarkan perhitungan sederhana yang dibahas dalam kegiatan dengan mempertimbangkan bahan baku, proses produksi, dan kemasan, sekitar Rp5.000 per botol disebut sebagai kisaran harga yang kompetitif untuk pemasaran di tingkat masyarakat.
Penetapan harga tidak hanya mempertimbangkan biaya bahan. Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai pentingnya menghitung biaya produksi, menentukan margin keuntungan yang wajar, serta menyesuaikan harga dengan ukuran kemasan dan target konsumen agar usaha dapat berjalan secara berkelanjutan.
Editor : Marjeni Rokcalva






