IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

UNP Dorong Susu Jagung Jadi Produk Bernilai Tambah bagi Warga Nagari Sikabu Padang Pariaman

Tim Pengabdian UNP bersama mitra dalam pengembangan susu jagung berbasis potensi lokal di Nagari Sikabu. Foto-Foto: Tim Pengabdian UNP
Tim Pengabdian UNP bersama mitra dalam pengembangan susu jagung berbasis potensi lokal di Nagari Sikabu. Foto-Foto: Tim Pengabdian UNP
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Setelah memperoleh penjelasan, peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk mempraktikkan seluruh tahapan pembuatan susu jagung dengan pendampingan Tim Pengabdian UNP.

Setiap kelompok melakukan perebusan jagung, pemipilan biji, penghalusan menggunakan blender, penyaringan, pemasakan, hingga pengemasan. Pendampingan dilakukan pada setiap tahap agar proses pengolahan berlangsung secara higienis dan produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik.

Gambar 3. Peserta mempraktikkan tahapan pengolahan susu jagung dalam pelatihan di Nagari Sikabu.
Gambar 3. Peserta mempraktikkan tahapan pengolahan susu jagung dalam pelatihan di Nagari Sikabu.

Peserta terlibat langsung dalam pengolahan jagung dan penggunaan peralatan sederhana. Pendekatan praktik tersebut memungkinkan peserta mempelajari tahapan produksi secara langsung, bukan hanya melalui penyampaian materi.

Seluruh kelompok berhasil menyelesaikan proses produksi. Susu jagung yang dihasilkan memiliki warna kuning alami, aroma khas jagung, dan tekstur lembut. Produk kemudian dievaluasi bersama berdasarkan rasa, kekentalan, dan keseragaman sebelum peserta membahas peluang pengembangannya sebagai produk usaha.

Susu Jagung Dibahas sebagai Produk Usaha

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Selain proses produksi, pelatihan membahas aspek ekonomi susu jagung. Salah seorang peserta menanyakan harga yang dapat digunakan apabila produk tersebut dipasarkan.

“Apabila susu jagung ini dijual, berapa harga yang sesuai untuk satu botol?”

Berdasarkan perhitungan sederhana yang dibahas dalam kegiatan dengan mempertimbangkan bahan baku, proses produksi, dan kemasan, sekitar Rp5.000 per botol disebut sebagai kisaran harga yang kompetitif untuk pemasaran di tingkat masyarakat.

Gambar 4. Peserta melakukan proses pemasakan susu jagung dalam pelatihan di Nagari Sikabu.
Gambar 4. Peserta melakukan proses pemasakan susu jagung dalam pelatihan di Nagari Sikabu.

Penetapan harga tidak hanya mempertimbangkan biaya bahan. Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai pentingnya menghitung biaya produksi, menentukan margin keuntungan yang wajar, serta menyesuaikan harga dengan ukuran kemasan dan target konsumen agar usaha dapat berjalan secara berkelanjutan.

Editor : Marjeni Rokcalva
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH