MANGGARAI TIMUR - Duka mendalam masih menyelimuti Nusa Tenggara Timur (NTT) pascabencana gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 Skala Richter yang menghentak wilayah tersebut pada Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu. Berdasarkan data terbaru, bencana ini telah menelan korban jiwa hingga 91 orang meninggal dunia.
Di tengah kebingungan dan duka yang merundung para penyintas di posko pengungsian, secercah harapan dan kepedulian hadir menyapa warga di pelosok Manggarai Timur, NTT.
Pada Minggu (23/8/2026), kolaborasi kemanusiaan antara Relawan Penanggulangan Bencana bersama Rangkiang Peduli Negeri (RPN) menggelar aksi giat tanggap bencana di Dusun Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Kehadiran para relawan menjadi oase bagi sekitar 100 Kepala Keluarga (KK) yang bertahan di bawah tenda darurat pascamusibah.
"Fokus utama aksi kemanusiaan ini meliputi pembagian bantuan logistik sembako serta penyediaan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Kami Memahami betul pentingnya penanganan medis di masa pascabencana Rangkiang Peduli Negeri (RPN) secara khusus menerjunkan tim relawan dokter ke lokasi,' ungkap Fadhli Septavianra yang merupakan Head of Program Rangkiang Peduli Negeri (RPN).
Ditambahkan Fadhli, kehadiran para tenaga medis profesional ini memastikan para pengungsi khususnya anak-anak, balita, dan lansia mendapatkan perawatan kesehatan yang layak, pemeriksaan kondisi fisik, serta pengobatan dan suplemen vitamin secara langsung.
Sentuhan empati dan kehadiran fisik tim relawan di Dusun Waso menyuntikkan semangat baru bagi warga terdampak. Kolaborasi nyata Rangkiang Peduli Negeri (RPN) ini menjadi bukti bahwa para korban gempa NTT tidak berjuang sendirian di tengah masa pemulihan pascabencana. (R/BM)
Editor : Marjeni Rokcalva






