PADANG PARIAMAN — Universitas Negeri Padang (UNP) bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Kampus Indah dan Kelompok Tani Balanti Indah mengembangkan susu jagung sebagai produk pangan berbasis potensi lokal melalui pelatihan di Posko KWT Kampus Indah, Nagari Sikabu, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat BIMA UNP bertema “Peningkatan Gizi Keluarga Melalui Up-Skilling Pengolahan Pangan Berbasis Jagung dan Kelapa”. Pada kegiatan ini, peserta mempraktikkan pengolahan jagung menjadi susu sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus membuka peluang pengembangan produk usaha masyarakat.
Tim Pengabdian UNP yang terlibat terdiri atas Prof. Dr. Rahadian Zainul, S.Pd., M.Si., Prof. Dr. Elida, M.Pd., Dr. Ariusni, S.E., M.Si., Ernarisa Fitri, S.Pd., M.Si., Iffat Syafiqoh, S.Pd., M.Si., dan Shil Hidayati, S.Pd.
Jagung Lokal Diolah Menjadi Susu Siap Kemasan
Pelatihan difokuskan pada praktik langsung pembuatan susu jagung. Peserta mempelajari proses pengolahan mulai dari pemilihan jagung manis segar, perebusan, pemipilan biji jagung, penghalusan, penyaringan, pemasakan, hingga pengemasan untuk menjaga mutu produk.
Dalam sesi penjelasan, peserta Hesi Afriani mempertanyakan teknik perebusan jagung yang tepat.
Tim menjelaskan bahwa jagung sebaiknya direbus dengan menyisakan dua hingga tiga helai kulit pembungkus bagian dalam. Teknik tersebut digunakan untuk membantu mempertahankan kelembapan biji selama perebusan, mengurangi kontak langsung dengan air, menjaga cita rasa manis alami dan aroma jagung, serta meminimalkan kehilangan zat gizi yang larut dalam air.
Peserta juga mendiskusikan lama perebusan, perbandingan jagung dengan air, teknik penyaringan untuk menghasilkan tekstur susu yang lebih lembut, serta proses pemasakan agar cita rasa produk konsisten. Penjelasan disertai demonstrasi sebelum peserta memulai praktik.
Peserta Praktik dari Pengolahan hingga Pengemasan
Editor : Marjeni Rokcalva






