Melalui fitur tersebut, masyarakat maupun wisatawan dapat mencari informasi mengenai lokasi yang ingin dikunjungi. Pengguna juga dapat memberikan penilaian atau rating terhadap destinasi maupun tempat kuliner yang dikunjungi.
Kehadiran fitur penilaian diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali potensi wisata dan kuliner di Kota Padang Panjang. Di sisi lain, masukan dari pengguna dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengelola untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Hendri menegaskan, PAPAGO akan terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ke depan, aplikasi tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi, tetapi juga menjadi pintu masuk berbagai layanan pemerintahan.
“Ke depan kita berharap PAPAGO terus dikembangkan. Bukan hanya menjadi tempat mendapatkan informasi, tetapi benar-benar menjadi pintu masuk berbagai layanan pemerintah. Masukan dari masyarakat akan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan aplikasi ini,” katanya.
Melalui PAPAGO, masyarakat tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, melaporkan persoalan, memberikan penilaian dan turut berpartisipasi dalam pengawasan pelayanan publik.
Peluncuran PAPAGO menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pelayanan digital yang lebih terintegrasi di Kota Padang Panjang. Pemko berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dan penyempurnaan agar pemanfaatan teknologi mampu memberikan kemudahan serta manfaat nyata bagi masyarakat. (Lex)
Editor : Armed






