Sementara itu, belanja daerah meningkat sebesar Rp134,58 miliar atau 17,89 persen, dari Rp752,34 miliar menjadi Rp886,92 miliar. Defisit anggaran sebesar Rp97,17 miliar akan ditutup melalui penerimaan pembiayaan yang bersumber dari SiLPA Tahun Anggaran sebelumnya.
Ketua DPRD menyoroti bahwa peningkatan pendapatan transfer harus direspons dengan penguatan kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Semakin besar dukungan transfer yang kita terima, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk memperbaiki tata kelola pendapatan daerah," tegasnya.
"Perbedaan pandangan dalam pembahasan anggaran merupakan sesuatu yang wajar dalam proses demokrasi. Namun pada akhirnya kita memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Payakumbuh," ujar Wirman Putra, yang juga dikenal sebagai tokoh adat Nagari Koto Nan Gadang .
Editor : Medio Agusta






