“Alhamdulillah, hasil kerajinan tahun ini lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu Pak Wali Kota membeli hasil kerajinan tangan mencapai Rp1,6 juta, sedangkan untuk tahun ini masih kita hitung jumlahnya,” ujar Novri.
Menurutnya, program keterampilan bagi WBP dilaksanakan bekerja sama dengan Rumah Batik Canting Buana. Pelatihan tersebut digelar secara rutin satu kali dalam sepekan.
Selain mengikuti pelatihan, sejumlah WBP juga telah memiliki keterampilan membuat berbagai jenis kerajinan. Pihak rutan kemudian memberikan arahan dan pendampingan agar kemampuan tersebut dapat terus dikembangkan.
“Banyak juga WBP yang memiliki keterampilan dalam pembuatan kerajinan. Kita di sini tinggal mengarahkan sesuai dengan keinginan mereka,” katanya.
Ia berharap perhatian tersebut dapat memotivasi para WBP untuk menghasilkan karya yang semakin baik selama menjalani masa pembinaan.
“Mudah-mudahan ini juga memberikan dukungan moril, bahwa di penjara itu tidak selamanya menjadi hukuman, tetapi menjadi tempat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Lex)
Editor : Armed






