Menanggapi berbagai aspirasi itu, Hendri meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera meninjau lokasi untuk mencari solusi terhadap persoalan sampah. Ia juga memastikan pemagaran bak penampungan tinja akan direalisasikan pada 2026.
"Kami minta dinas terkait segera meninjau lokasi untuk menentukan tempat pembuangan sampah alternatif. Sementara bak tinja akan dipagari tahun ini agar lebih aman dan tidak membahayakan masyarakat, terutama anak-anak," ujarnya.
Terkait usulan alsintan, Hendri mengatakan kebutuhan tersebut akan dikaji sesuai program kerja pemerintah daerah berdasarkan kebutuhan riil di lapangan. Ia juga menilai kawasan Sungai Andok memiliki potensi besar untuk pengembangan komoditas kopi yang dapat menjadi produk unggulan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.







