PADANG - Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Padang menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kemampuan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Mendesain Model Pembelajaran bagi Mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026, Kamis, 9 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Program Studi PPG Universitas Negeri Padang dalam mempersiapkan calon guru yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence dalam mendukung proses perencanaan dan pengembangan pembelajaran.
Perkembangan AI yang semakin pesat telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Teknologi AI kini dapat dimanfaatkan untuk membantu guru mencari ide pembelajaran, menganalisis kebutuhan peserta didik, mengembangkan bahan ajar, menyusun aktivitas pembelajaran, merancang asesmen, hingga mengembangkan model pembelajaran yang lebih adaptif dan kontekstual.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 dibekali pemahaman mengenai bagaimana teknologi AI dapat digunakan secara tepat, kreatif, kritis, dan bertanggung jawab dalam mendesain pembelajaran.
Pelatihan menghadirkan dua praktisi pendidikan yang memiliki pengalaman dalam bidang teknologi dan pembelajaran, yaitu Yusma Elda, S.Pd., M.Kom. dari SMKN 1 Tarusan dan Wedia Hidayana, S.Kom., M.Pd.T. dari SMKN 2 Padang Panjang.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa PPG didorong untuk memahami proses penggunaan AI secara terarah. Pemanfaatan teknologi harus dimulai dari identifikasi tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, kebutuhan pembelajaran, pendekatan yang digunakan, hingga penyusunan aktivitas dan asesmen yang relevan.
Pelatihan juga menekankan pentingnya kemampuan calon guru dalam memberikan instruksi atau prompt yang baik kepada sistem AI. Kualitas instruksi menjadi salah satu faktor yang menentukan relevansi hasil yang dihasilkan oleh teknologi AI. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan berpikir sistematis, mampu menentukan konteks, tujuan, karakteristik peserta didik, serta bentuk keluaran yang dibutuhkan.
Selain kemampuan teknis, peserta juga didorong untuk tetap melakukan proses verifikasi dan validasi terhadap hasil yang dihasilkan AI. Informasi, rancangan materi, maupun rekomendasi pembelajaran yang dihasilkan teknologi tidak dapat digunakan secara langsung tanpa melalui proses evaluasi oleh guru.
Dalam konteks pendidikan, guru tetap memiliki posisi utama dalam menentukan keputusan pedagogis. Pemahaman terhadap kondisi peserta didik, konteks sekolah, lingkungan sosial, serta tujuan pembelajaran tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi. Oleh sebab itu, penggunaan AI harus ditempatkan sebagai sarana pendukung pengambilan keputusan profesional guru.
Editor : Marjeni Rokcalva






