"Tujuan utama workshop ini adalah menghasilkan modul pembelajaran yang dapat digunakan guru sekolah dasar dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik sesuai dengan kebutuhan pembelajaran saat ini," kata Syafni.
Ia menjelaskan pengembangan modul dilakukan melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam yang menekankan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses belajar. Untuk mendukung program tersebut, Dinas Pendidikan juga membentuk tim penulis yang terdiri atas unsur pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.
Workshop ini diikuti oleh 20 anggota tim penulis modul dan 87 guru SD. Kegiatan dilaksanakan melalui berbagai metode, mulai dari paparan materi narasumber, presentasi hasil kerja tim pengembang modul, penayangan video praktik baik, diskusi kelompok, hingga praktik implementasi penggunaan modul melalui metode peer teaching.
Melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan pendidikan, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap Kelas BerNALAR dapat menjadi gerakan bersama dalam membangun budaya belajar yang kuat sekaligus meningkatkan capaian literasi dan numerasi peserta didik secara signifikan dan berkelanjutan.
Editor : Medio Agusta






