Menurutnya, data capaian mutu pendidikan menunjukkan bahwa kemampuan literasi dan numerasi masih menjadi aspek yang perlu mendapat perhatian bersama. Selain itu, capaian Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Kota Payakumbuh pada tahun 2025 juga menunjukkan perlunya langkah-langkah inovatif dan berkelanjutan untuk memperkuat kualitas pendidikan.
"Kondisi ini menuntut kita menghadirkan perubahan nyata di ruang-ruang kelas. Literasi dan numerasi bukan hanya kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun kemampuan berpikir kritis, bernalar, berkomunikasi, dan memecahkan masalah yang dibutuhkan peserta didik di masa depan," kata Nalfira.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh menghadirkan inovasi Kelas BerNALAR yang merupakan akronim dari BerNumerasi Aplikatif dan BerLiterasi Aktual dan Relevan. Program ini dirancang untuk membangun budaya belajar yang mendorong peserta didik aktif berpikir, memahami informasi secara kritis, serta mampu menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
Menurut Nalfira, Kelas BerNALAR juga selaras dengan arah kebijakan nasional, termasuk penguatan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat serta implementasi pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan mendalam.
Editor : Medio Agusta






