PADANG - Kita hidup di dunia adalah bergelombang yakni gelombang kehidupan dan kita membutuhkan ampunan kepada Allah dan wujud ketundukan kita kepada Allah.
Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Negeri Padang, yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi Dr. rer.nat Deski Beri, S.Si., M.Si. dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubarak yang dilaksanakan pada Jumat (19/6) bertempat di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang.
"Pada minggu kita sudah mulai melaksanakan ujian akhir semester dan untuk selanjutnya menjelang memasuki semester Juli-Desember, marilah laksanakan kegiatan penelitian dan kegiatan pengabdian," jelas Wakil Rektor Dr. rer.nat Deski Beri, S.Si., M.Si.
Pada kesempatan itu, Wakil Rektor Dr. rer.nat Deski Beri, S.Si., M.Si. menyampaikan terima kasih kepada Ustaz Dr. Zaim Rais, M.A. yang merupakan dosen UIN Imam Bonjol Padang sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi dan Kesehatan Jumat pagi ini.
Kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan setiap Jumat pagi dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Kepala Lembaga, Direktur, Dekan, Direktur Sekolah, Wakil Dekan, Wakil Wakil Direktur, Kepala Departemen, Koordinator Program Studi, Kepala UPT, mahasiswa, dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.
Ustaz Dr. Zaim Rais, M.A. melalui ceramahnya bertopik "Urgensi Istigfar," menyampaikan bahwa istigfar (atau istighfar) adalah permohonan ampunan kepada Allah Swt. atas segala dosa, kesalahan, atau kekhilafan yang telah diperbuat, baik yang disengaja maupun tidak. Praktik ini merupakan salah satu bentuk zikir dan ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam.
"Seperti dalam Surat A-Araf ayat 23, Keduanya Adam dan Hawa berkata, Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi," tambah Ustaz Dr. Zaim Rais, M.A.
Lebih lanjut Ustaz Dr. Zaim Rais, M.A. menyampaikan istigfar itu adalah energi kehidupan. Istigfar secara spiritual diakui sebagai energi kehidupan yang paling kuat dan melalui lantunan permohonan ampun, amalan ini tidak hanya menghapus dosa dan menyucikan hati, tetapi juga menjadi penarik rezeki dan pembuka jalan keluar dari berbagai kesulitan hidup.
"Dalam Surat Nuh ayat 10-12, Allah mengatakan maka aku berkata (kepada mereka), 'Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu," tambah Ustaz Dr. Zaim Rais, M.A.
Kata Ustaz Dr. Zaim Rais, M.A., bahwa surat Nuh ayat 10-12 berisi seruan Nabi Nuh kepada kaumnya untuk memperbanyak istigfar (memohon ampunan). Sebagai balasannya, Allah SWT menjanjikan penurunan hujan yang lebat, melimpahnya harta dan keturunan, serta dianugerahi kebun-kebun yang subur dan aliran sungai.
"Surat Nuh ayat ini 10-12 menekankan bahwa istigfar bukan hanya penghapus dosa, tetapi juga kunci pembuka pintu rezeki, solusi kesulitan, dan jalan keluar berbagai masalah. Janji Allah meliputi keberkahan berupa hujan, harta, anak, serta kebun dan sungai yang subur," tukuk Ustaz Dr. Zaim Rais, M.A. (ET)
Subuh Mubarak UNP Pagi Ini: Urgensi Istigfar
Berita Terkait






