"Kalau kita serius, tidak ada alasan Lima Puluh Kota tidak menjadi sentra peternakan terbesar. Kita punya lahan, punya sumber pakan, punya peternak, punya semangat. Yang kita butuhkan sekarang adalah keberanian untuk berinovasi dan bekerja lebih keras dari daerah lain," ujarnya.
Selain itu, Bupati Safni juga meminta pengembangan sapi dan kambing dilakukan secara terintegrasi mulai dari pembibitan, pakan, kesehatan hewan, hingga pemasaran. Ia bahkan menargetkan lahirnya kawasan-kawasan peternakan unggulan yang mampu menjadi contoh bagi daerah lain.
Menanggapi tantangan tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota, drh. Devi Kusmira bersama seluruh jajaran menyatakan kesiapan penuh untuk menjalankan arahan Bupati. Disnakeswan berkomitmen menjadikan tantangan tersebut sebagai agenda prioritas dalam mendukung percepatan pembangunan sektor peternakan daerah.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya akan memperkuat kolaborasi dengan kelompok peternak, penyuluh, akademisi, dan berbagai pihak terkait untuk melahirkan inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya usaha peternakan masyarakat.
Editor : Medio Agusta






