Ia menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama bagi seluruh pihak terkait. Pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pembangunan infrastruktur, menurutnya, pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas manusia yang berilmu, produktif, inovatif, dan berdaya saing.
Mahyeldi juga mengingatkan bahwa bonus demografi yang saat ini dimiliki Indonesia hanya akan menjadi keuntungan apabila generasi mudanya memiliki kompetensi dan kesiapan menghadapi perubahan zaman. Jika tidak, peluang tersebut justru dapat berubah menjadi beban sosial dan pengangguran.
Selain itu, ia menyoroti pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) yang mengubah berbagai aspek kehidupan. Karena itu, generasi muda dituntut untuk terus belajar, beradaptasi, berkolaborasi, dan mampu menciptakan solusi di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat.
Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga menekankan pentingnya identitas sebagai modal menghadapi persaingan global. Menurutnya, nilai-nilai Minangkabau seperti tradisi merantau, budaya musyawarah, dan penghormatan terhadap pendidikan merupakan kekuatan yang relevan untuk menjawab tantangan masa depan.
Editor : Marjeni Rokcalva






