Kebutuhan unit Damkar Aerial Ladder itu, menurut Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias sudah mendesak, karena pertumbuhan bangunan bertingkat di Kota Wisata ini sangat signifikan.
"Seharusnya kita sudah punya Damkar Aerial Ladder itu. Kebakaran ruko dua dan tiga lantai awal Mei lalu, terpaksa mobil Dinas Pekerjaan Umum (PU) kita turunkan," kata Ramlan.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Saat ini dan kedepannya, kondisi bangunan di Bukittinggi sudah banyak memiliki ketinggian dan tidak terjangkau oleh unit Damkar standar saat terjadi kebakaran. Kalau terjadi di lantai empat, tidak mungkin ditembak air dari bawah, tidak tepat sasaran, jelas Wako.Wako mengungkap keterbatasan anggaran saat ini menjadi salah satu alasan tertundanya pengadaan Aerial Ladder tetsebut, karena harganya lumayan mahal, lebih dari Rp 5 Miliar. Tapi bagaimanapun, ini tetap akan kita siapkan, ungkap Ramlan. ( yus)
Editor : Medio Agusta






