Wako juga menjelaskan, Pemko Bukittinggi telah memulai program tabungan haji untuk pelajar melalui BPRS Jam Gadang. Hal ini menjadi langkah untuk memotivasi generasi muda untuk melaksanaka ibadah haji dan bisa berangkat masih dalam usia yang muda.
“Saat ini ada 19.000 lebih pelajar yang punya tabungan haji. Sehingga nanti jika sudah usia minimal 12 tahun dan tabungannya terkumpul Rp25 juta, bisa mendaftar haji untuk dapat porsi haji. Jika daftar tunggu 20 tahun, mereka bisa berangkat di usia relatif muda, 30 sampai 40 an, karena ibadah haji ini ibadah fisik. Ini tujuan kita membuat program tabungan haji pelajar. Selain itu, kita juga ada program pemeriksaan kesehatan jamaah haji gratis. Ini sebagai bentuk layanan pemerintah, agar mempermudah jamaah kita dalam tahapan untuk berangkat haji,” ungkap Wako.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bukittinggi, Misra Elfi, menjelaskan, pada tahun 2026 ini untuk pertama kalinya penyelenggaraan ibadah haji dikelola oleh Kementerian Haji dan Umrah, dengan dukungan SDM Direktorat Jenderal PHU. Jemaah haji Kota Bukittinggi tahun 1447 H / 2026 M akan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang, yakni Kloter 7 Padang sebanyak 253 orang dan Kloter 14 Padang sebanyak 2 orang melalui Embarkasi Padang.
Sementara Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Bukittinggi, Syukri Naldi menjelaskan, calon jamaah haji asal Bukittinggi yang akan berangkat pada tahun ini berjumlah 255 orang dengan 4 orang petugas haji pada gelombang pertama. Jamaah tersebut terdiri dari ABTB sebanyak 75 orang, GGP sebanyak 118 orang, dan MKS sebanyak 62 orang. Dari total tersebut, terdapat 104 jamaah laki-laki dan 151 jamaah perempuan.
Editor : Medio Agusta






