SIEJ Simpul Sumbar juga terlibat dalam fellowship liputan bersama Ekuatorial, diskusi hasil riset energi bersama Enter Nusantara, serta kegiatan edukatif seperti tausiyah lingkungan hidup pada Ramadhan 2026. Isu-isu yang menjadi perhatian meliputi deforestasi, pertambangan, konflik agraria, perubahan iklim, hingga keberlanjutan wilayah pesisir dan kepulauan seperti Mentawai, termasuk konflik lingkungan di Air Bangis.
Selain sebagai ruang kolaborasi, SIEJ Simpul Sumbar berperan dalam memperkuat kapasitas jurnalis melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman peliputan. Dalam beberapa tahun terakhir, keterlibatan anggota dalam liputan investigatif dan kolaboratif lintas daerah terus meningkat.
Sebagai tindak lanjut hasil rapat anggota, forum juga menyepakati sejumlah rencana kerja awal, di antaranya mengusulkan pembukaan verifikasi anggota baru kepada pengurus pusat, serta mendorong peningkatan status simpul menjadi pengurus daerah. Penyusunan program kerja lanjutan akan dilakukan dalam waktu dekat.







