Arak-arakan pawai dimulai dari Taman Hutan Kota Wisata Arosuka dan berakhir di Kantor Bupati Solok. Sepanjang rute, masyarakat disuguhi beragam atraksi budaya, seperti talempong, pupuik sarunai, gendang rabana, hingga gendang tambua. Partisipasi masyarakat juga terlihat dari keikutsertaan kaum ibu yang membawa joadah sebagai simbol kebersamaan dan tradisi gotong royong.
Keberagaman yang ditampilkan masing-masing nagari mencerminkan kuatnya nilai persatuan dalam bingkai adat dan budaya yang tetap terjaga di tengah dinamika zaman.
“Kita melihat bagaimana adat dan budaya menjadi perekat sosial yang kuat. Ini adalah modal dasar yang harus terus kita jaga dan kembangkan untuk mendukung pembangunan daerah,” tambahnya.
Turut hadir bersama Wagub dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Solok, di antaranya Bupati Solok, jajaran Forkopimda Kabupaten Solok, niniak mamak, serta bundo kanduang yang bersama-sama menyemarakkan perayaan hari jadi daerah. (adpsb/cen/bud)
Editor : Marjeni Rokcalva






