Menurut Nenta, Bukittinggi harus bisa mencetak para wirausaha muda yang mampu bersaing di era kompetitif serta membentuk pola pikir kewirausahaan yang tepat dan terukur, tambahnya.
Selain itu, Nenta juga menjelaskan bahwa, pelatihan ini dilaksanakan satu hari, dengan 50 peserta dari tiga kecamatan, 15 orang dari Kecamatan MKS, 14 orang Kecamatan Guguak Panjang dan juga 11 orang dari Kecamatan ABTB.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber seorang enterprenuer yang juga Anggota DPRD Bukittinggi, Andi Putra dan akademisi M. Nazif, serta dari perwakilan BPRS Jam Gadang.
“Kami ingin anak muda Bukittinggi ini berpikir untuk terjun k dunia bisnis, berusaha dan berwirausaha. Bisnis saat ini sudah sangat bergantung pada dunia digital. Untuk itu butuh adaptasi dengan kemajuan teknologi, agar produk ataupun jasa yang dijual, dapat dipromosikan dengan masif secara digital,” ungkap Wako.
Editor : Medio Agusta






