PADANG - Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar pertemuan koordinasi internal dengan para dosen pada Kamis (8/1/2026), untuk menyusun strategi dan sumbangsih pemikiran dalam mendukung upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat.
Pertemuan ini merupakan langkah cepat UNP sebagai bagian dari Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera yang melibatkan 11 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Inisiatif ini selaras dengan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat kolaborasi nasional antar-institusi.
Rektor UNP, Krismadinata, Ph.D. menekankan pentingnya peran akademisi untuk memberikan kontribusi pemikiran strategis dan inovatif. Pertemuan yang digelar di Ruang Sidang Senat Lt. 4 Gedung Rectorate and Research Center ini bertujuan merumuskan strategi pemulihan komprehensif yang mencakup aspek lingkungan, prasarana umum, ekonomi, dan sosial-psikologis masyarakat terdampak di Sumatera Barat. Pendekatan holistik ini mencerminkan prinsip SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).
“Kami mengajak bapak/Ibu untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi lainnya yang tergabung dalam konsorsium, menyiapkan langkah-langkah strategis sesuai dengan bidang keilmuan Bapak/Ibu agar bisa dikonsolidasikan dan disinergikan dengan perguruan tinggi lain yang ada di dalam Konsorsium.” Jelas Rektor.
Sebagai anggota konsorsium, UNP diharapkan terlibat aktif dalam berbagai Kelompok Kerja Teknis (Pokja), terutama yang relevan dengan kompetensi dan kebutuhan daerah, seperti:
Editor : Marjeni Rokcalva






