IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Ugal-ugalan Tata Kelola Proyek Energi di Sumatera Barat

Ugal-ugalan Tata Kelola Proyek Energi di Sumatera Barat
Ugal-ugalan Tata Kelola Proyek Energi di Sumatera Barat
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG — Aktivis, akademisi, dan masyarakat yang terdampak proyek energi di Sumatera Barat menilai tata kelola pembangunan energi masih bermasalah. Sejumlah proyek dinilai ditetapkan secara sentralistik, minim partisipasi masyarakat, dan memicu konflik di tingkat lokal.

Hal itu mengemuka dalam peluncuran buku Jeruji di Tanah Sendiri: Perlawanan Nagari dalam Kepungan Energi dan Kekuasaan, karya kolaboratif peserta Karya Latihan Bantuan Hukum (KALABAHU) 2025 di Kantor LBH Padang, Kamis (5/3/2026).

Direktur Eksekutif WALHI Sumatera Barat, Tommy Adam, menjelaskan proses penetapan proyek energi yang kerap dilakukan tanpa melibatkan masyarakat yang terdampak secara langsung. Menurutnya, sejumlah proyek termasuk pembangunan pembangkit listrik panas bumi di beberapa wilayah ditetapkan melalui kebijakan pemerintah pusat tanpa proses partisipasi yang memadai.

Suasana Diskusi
Suasana Diskusi

Akibatnya, lanjut Tommy, konflik kerap muncul karena masyarakat merasa dipaksa menerima proyek yang berpotensi memengaruhi ruang hidup mereka.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
“Banyak proyek yang diklaim sebagai energi bersih, tetapi prosesnya tidak partisipatif. Masyarakat seringkali hanya menjadi objek kebijakan, bukan pihak yang dilibatkan secara bermakna dalam pengambilan keputusan,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan akademisi Universitas Andalas, Dr. Apriwan. Ia menilai persoalan utama pembangunan proyek energi juga berkaitan dengan tata kelola multilevel antara pemerintah pusat dan daerah.

Editor : Marjeni Rokcalva
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH