Kesaksian dari masyarakat juga menguatkan kondisi tersebut. Ayu Dasril (Dayu), perwakilan warga yang terdampak proyek pembangkit listrik panas bumi, menceritakan pengalamannya menghadapi tekanan sejak proyek itu disosialisasikan.
Ia mengatakan, proses sosialisasi yang awalnya disampaikan sebagai program pembangunan berubah menjadi tekanan terhadap warga yang mempertanyakan dampak proyek.
“Masyarakat yang mencoba menyampaikan kritik atau mempertanyakan proyek seringkali menghadapi intimidasi, bahkan kriminalisasi. Aparat keamanan juga kerap dikerahkan ketika terjadi konflik antara masyarakat dan pihak proyek,” ujarnya.
“Ketika masyarakat bertanya atau menyampaikan penolakan, responsnya bukan dialog, tetapi tekanan. Banyak warga yang akhirnya merasa tidak memiliki ruang untuk menyuarakan keberatan mereka,” katanya.
Editor : Marjeni Rokcalva






