Keresahan akan dampak lingkungan ini mencuat dalam workshop komunitas yang mempertemukan perwakilan komunitas masyarakat pada empat wilayah proyek energi tersebut, diinisiasi oleh LBH Padang di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kota Padang pada 21-22 Januari 2026.
Penanggung Jawab Kegiatan Workshop dari LBH Padang, Mitra Oktavia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Leveraging the Power of the Islamic Climate Movement. Forum ini dirancang sebagai ruang berbagi dan langkah strategis menyusun dokumen posisi dan kerangka advokasi masyarakat sipil di tingkat provinsi.
“Kegiatan ini membangun ruang belajar dan berjejaring. Kami ingin memastikan suara warga lokal tidak lagi diabaikan, melainkan menjadi elemen utama dalam setiap penentuan kebijakan energi dan lingkungan di Sumbar,” ucapnya.
Zuherman (57), perwakilan komunitas di Pandai Sikek,Kabupaten Tanah Datar menjelaskan kontradiksi kebijakan pemerintah di wilayahnya. Ia menyebut, Pandai Sikek yang telah diproyeksikan sebagai kawasan ketahanan pangan tidak semestinya disandingkan dengan proyek geotermal yang berisiko merusak bentang alam.
Editor : Marjeni Rokcalva






