Menanggapi berbagai masukan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pemajuan kebudayaan di daerah, termasuk penguatan pada pembangunan sarana dan prasarana pendukung kegiatan. Selain itu, Fadli Zon juga meminta para seniman untuk memanfaatkan penggunaan Dana Indonesiana sebagai instrumen pendanaan kebudayaan.
“Pemerintah telah menyiapkan Dana Indonesiana untuk mendukung ekosistem kebudayaan, termasuk seni rupa, manuskrip, dan kegiatan budaya di daerah. Dana ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seniman dan komunitas budaya,” ujar Fadli.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pemajuan kebudayaan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga terkait, serta komunitas budaya menjadi kunci agar program dan pendanaan kebudayaan benar-benar berdampak.
Dialog tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Direktur Sarana dan Prasarana Kementerian Kebudayaan Feri Arlius; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumbar Nurmatias; Kepala Taman Budaya Sumbar M. Devid; Kepala Galeri Taman Budaya Sumbar; Kurator Komunitas Seni Belanak Iswandi; budayawan Mak Katik; Prof. Pramono; Kurator Galeri Nasional Dio Pamola; Penulis dan Peneliti budaya Ramono Aryo; serta perwakilan Komunitas Tambo Art dan para seniman, budayawan, serta sastrawan se-Sumatera Barat.
Editor : Marjeni Rokcalva






