Padang Panjang — Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, berdialog langsung dengan seniman, perupa dan pegiat budaya Sumatera Barat (Sumbar) guna menyerap aspirasi terkait pengembangan seni rupa serta perlindungan warisan budaya yang rentan terdampak bencana. Dialog tersebut berlangsung di Aie Angek Cottage, Padang Panjang, Selasa (24/12/2025) lalu, di sela kunjungan kerja Menteri Kebudayaan ke sejumlah lokasi terdampak bencana di Sumbar.
Dalam pertemuan tersebut, para seniman menyampaikan beragam persoalan yang hingga kini masih dihadapi di daerah. Mulai dari polemik pembangunan fasilitas kebudayaan yang terhenti, keterbatasan ruang pertunjukan dan galeri seni, hingga minimnya dukungan berkelanjutan terhadap ekosistem seni rupa. Para peserta dialog menegaskan bahwa kualitas seni rupa Sumatera Barat setara dengan daerah lain di tingkat nasional, namun belum didukung oleh infrastruktur yang memadai.
Kepala UPTD Taman Budaya Sumbar, M. Devid, menyampaikan bahwa pembangunan gedung Taman Budaya Sumbar perlu segera dilanjutkan setelah terhenti selama beberapa tahun terakhir. Terhentinya pembangunan tersebut berdampak langsung pada aktivitas berkesenian dan kebudayaan yang sebelumnya rutin digelar.
Ia menambahkan, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah penyelesaian ruang pertunjukan representatif yang mampu menampung sekitar 150 hingga 200 penonton. Selama ini, kegiatan seni dilaksanakan di lantai IV Gedung A Taman Budaya atau memanfaatkan ruang galeri dan ruangan yang tidak dirancang khusus untuk pertunjukan.
Senada dengan itu, maestro lukis Sumatera Barat, Hamzah, meminta perhatian pemerintah pusat terhadap minimnya ruang pameran seni rupa di Sumbar. Menurutnya, Sumatera Barat memiliki banyak pelukis dan perupa andal di tingkat nasional, namun belum didukung oleh sarana pameran yang layak.
Editor : Marjeni Rokcalva






