Sejarah kebangsaan yang tumbuh dari masyarakat Kurai dan jorong sejak awal menjadi modal penting untuk membangun Bukittinggi ke depan.
Upaya Pemerintah Kota dalam memperkuat Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan perlu dorongan dan dukungan bersama dengan menjaga keharmonisan kaum adat dan pemerintah, serta tetap berpedoman pada adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah dalam kehidupan masyarakat,ungkapnya
Menurut Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias,mengatakan, Kota Bukittinggi memiliki sejarah yang panjang dan berlapis sejak awal terbentuk hingga masa pascakemerdekaan Republik Indonesia. Berdasarkan catatan sejarah dan kajian para pakar, Kota Bukittinggi ditetapkan terbentuk melalui musyawarah Niniak Mamak pemangku adat pada 22 Desember 1784 yang menyepakati perubahan nama Bukik Kubangan Kabau menjadi Bukik Nan Tatinggi, yang kemudian berkembang menjadi Bukittinggi.
Sejak dahulu, Kota Bukittinggi berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan, ditandai pembangunan Fort de Kock, Jam Gadang, serta peninggalan masa pendudukan Jepang berupa Lobang Jepang di Ngarai Sianok, dan pada masa kemerdekaan berperan sebagai penyambung nyawa Republik Indonesia melalui berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada tahun 1948, yang menjadi dasar penetapan Hari Bela Negara, jelas Wako.







