PAGI itu, mendung tipis masih menggantung di langit Kota Padang Panjang. Jejak bencana yang melanda beberapa hari sebelumnya tampak di banyak sudut kota: tanah basah, saluran air penuh lumpur, pepohonan tumbang, jalan yang terban, serta dinding rumah yang retak. Di tengah suasana yang belum pulih sepenuhnya, Wali Kota Hendri Arnis bergerak cepat meninjau sejumlah lokasi terdampak, memastikan warganya tidak menghadapi masa sulit ini seorang diri.
Jika sehari sebelumnya ia berada di Kecamatan Padang Panjang Timur, hari itu giliran Kelurahan Kampung Manggis, Kecamatan Padang Panjang Barat, menjadi tujuan awalnya. Di RT 23, langkahnya terhenti di depan saluran air yang sepenuhnya tertutup material lumpur. Dari bibir jurang, bangunan-bangunan warga tampak rapuh berdiri di atas tanah yang kini tidak lagi stabil.
“Saluran ini harus segera dibersihkan. Air harus kembali mengalir,” tegasnya kepada petugas. Sejumlah instruksi cepat dikeluarkan, mulai dari pembersihan aliran air hingga penanganan awal jalan terban, semua demi memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas.
Wali Kota juga membagikan bantuan sembako kepada warga yang rumahnya terdampak. Banyak di antara mereka yang masih terlihat syok, namun kehadirannya bersama tim membuat suasana sedikit mencair.
Perjalanan berlanjut ke salah satu rumah di kawasan itu. Di sebuah kamar sederhana, seorang lansia tampak terbaring lemah. Tanpa menunda waktu, Wako Hendri memanggil tim kesehatan. Pemeriksaan dilakukan di tempat, sebelum diputuskan bahwa warga tersebut harus segera dirujuk ke rumah sakit.
Di RT 13 Kampung Manggis, dampak longsor tampak lebih luas. Rumah warga yang berada dekat lereng memperlihatkan kerusakan serius.
Sementara itu, di RT 1 Kelurahan Silaing Bawah, tantangan berbeda terlihat, permukiman warga berdiri di atas kontur tanah ekstrem dan rawan pergerakan.
“Kalau memungkinkan, relokasi adalah langkah terbaik,” ucapnya dengan nada halus namun tegas. Ia menyadari bahwa berpindah tempat tinggal bukan perkara mudah, tetapi keselamatan warga tetap menjadi yang utama.
Selama peninjauan, sinergi antarinstansi terlihat jelas. OPD terkait, pihak kelurahan, RT, hingga para relawan bergerak dalam ritme yang sama, cepat, sigap, dan saling menguatkan.
Editor : Marjeni Rokcalva






