Ratusan Orang Yang Berbusana Tempo Dulu Mengayuh Sepeda Onthel Menyusuri Jalanan Kota Payakumbuh

Ratusan Orang Yang Berbusana Tempo Dulu Mengayuh Sepeda Onthel Menyusuri Jalanan Kota Payakumbuh
Ratusan Orang Yang Berbusana Tempo Dulu Mengayuh Sepeda Onthel Menyusuri Jalanan Kota Payakumbuh
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Rute parade dirancang layaknya paket wisata budaya. Dimulai dari GOR M Yamin yang disulap jadi Pasa Lamo, para ontelis melintasi Kampung Adat Balai Kalikih.

Kemudian Masjid Gadang Balai Nan Duo, Tugu Onthel raksasa, ikon yang hanya ada dua di dunia, hingga Taman Batang Agam, ruang hijau yang menjadi kebanggaan warga Payakumbuh.

Tidak hanya parade, malam sebelumnya para peserta disuguhi sajian seni tradisional dan kuliner lokal di kawasan Pasa Lamo.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll ke bawah untuk lanjut membaca
Dari tarian Minang hingga musik saluang dan rabab, semuanya tampil dengan nuansa klasik.

“Pesertanya kagum karena bisa menikmati makanan tradisional yang sekarang sudah jarang ditemui. Ini juga jadi ajang promosi kuliner lokal,” ujar Yunida.

Aroma makanan tradisional memenuhi udara disekitar lokasi. Masyarakat pun ikut meramaikan acara, menjadikannya pesta rakyat yang menyatu antara wisatawan dan penduduk lokal.

Penulis / Wartawan:
Editor: Medio Agusta

Standar Redaksi & Kepercayaan (E-E-A-T): Berita ini ditulis oleh jurnalis Medio Agusta dan telah melalui proses verifikasi serta penyuntingan oleh Medio Agusta sesuai Pedoman Media Siber Dewan Pers. Diterbitkan oleh PT Berita Minang Media Sumbar (Susunan Redaksi).
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH