Rute parade dirancang layaknya paket wisata budaya. Dimulai dari GOR M Yamin yang disulap jadi Pasa Lamo, para ontelis melintasi Kampung Adat Balai Kalikih.
Kemudian Masjid Gadang Balai Nan Duo, Tugu Onthel raksasa, ikon yang hanya ada dua di dunia, hingga Taman Batang Agam, ruang hijau yang menjadi kebanggaan warga Payakumbuh.
Tidak hanya parade, malam sebelumnya para peserta disuguhi sajian seni tradisional dan kuliner lokal di kawasan Pasa Lamo.
“Pesertanya kagum karena bisa menikmati makanan tradisional yang sekarang sudah jarang ditemui. Ini juga jadi ajang promosi kuliner lokal,” ujar Yunida.
Aroma makanan tradisional memenuhi udara disekitar lokasi. Masyarakat pun ikut meramaikan acara, menjadikannya pesta rakyat yang menyatu antara wisatawan dan penduduk lokal.
Editor : Medio Agusta






