Menurutnya, selama tiga periode terakhir Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tidak terselenggara, sehingga data atlet tidak lagi mutakhir. Porprov 2026 nantinya diharapkan menjadi momentum untuk memperbarui database atlet serta mengukur potensi daerah secara lebih akurat.
“Porprov 2026 akan menjadi ajang pembenahan sistem pembinaan dan data atlet Sumbar. Kita ingin semua proses berjalan transparan dan efisien,” ujar Anandya.
Ia juga mencontohkan model pembinaan di DKI Jakarta, yang memiliki sekolah khusus atlet dan sistem homeschooling untuk memastikan keseimbangan antara pendidikan dan prestasi olahraga.
Dalam rapat tersebut, Komisi V DPRD Sumbar menyampaikan sejumlah rekomendasi. Komisi mendukung penuh langkah digitalisasi dan reformasi manajemen KONI, serta menilai bahwa penyelenggaraan event olahraga daerah memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
Editor : Marjeni Rokcalva






