Rapat kerja tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi V DPRD Sumbar H. Lazuardi Erman, SH, dengan agenda pembahasan program dan alokasi anggaran KONI Sumbar tahun 2025.
Dalam paparannya, DPRD menyampaikan bahwa pemerintah pusat melakukan pemotongan transfer dana ke daerah sebesar Rp533 miliar, sehingga seluruh OPD, termasuk KONI, harus menyesuaikan program dengan kondisi keuangan saat ini. Meski begitu, Pemprov menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp100 miliar untuk menjaga stabilitas fiskal daerah.
“Dalam kondisi fiskal yang ketat, efisiensi dan prioritas program harus menjadi perhatian utama. Namun pembinaan olahraga tidak boleh berhenti,” ujar Lazuardi Erman.
Sekretaris Umum KONI Sumbar Anandya Dipo Pratama menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan sistem digitalisasi manajemen olahraga untuk memperkuat tata kelola dan pendataan atlet.
Editor : Marjeni Rokcalva






