Menurut Zulmaeta, momen khatam Al-Qur’an yang diikuti 33 anak ini harus menjadi awal perjalanan untuk memahami dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi derasnya tantangan era digital.
“Anak-anak ini adalah generasi penerus dan calon pemimpin masa depan. Saya berharap mereka tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadikannya pedoman untuk bersikap bijak di tengah kemajuan teknologi yang semakin cepat,” kata Wako Zulmaeta.
Zulmaeta menegaskan, perkembangan teknologi membawa banyak manfaat yang dapat membantu proses belajar, memperluas wawasan, hingga menciptakan peluang ekonomi.
“Teknologi memiliki manfaat luar biasa, tapi juga bisa menjadi ancaman serius. Anak-anak sangat rentan terpapar konten negatif di internet maupun media sosial. Jika tidak diawasi, hal ini bisa merusak akhlak dan menjauhkan mereka dari nilai agama serta budaya kita,” ucapnya.
Editor : Medio Agusta






