PADANG - Hijrah tersebut ada berbentuk hijrah secara lokasi dan ada hijrah secara kondisi. Dengan semangat hijrah, kita selalu meningkatkan kualitas sehingga kita memperoleh peringkat dunia dalam beberapa bidang.
Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Negeri Padang, yang diwakili oleh Wakil Rektor Prof. Dr. Ir. Remon Lapisa, S.T., M.T., M.Sc.dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubarak yang dilaksanakan pada Jumat (27/6) bertempat di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang.
"Semangat sivitas akademika Universitas Negeri Padang adalah wujud semangat hijrah kondisi untuk selalu berusaha menjadi lebih baik. Dari semester Januari-Juni dan selanjutnya memasuki semester Juli-Desember mari kita tingkatkan kualitas dengan semangat hijrah kondisi yang kita miliki," jelas Wakil Rektor Prof. Dr. Ir. Remon Lapisa, S.T., M.T., M.Sc.
Pada kesempatan itu, Wakil Rektor Prof. Dr. Ir. Remon Lapisa, S.T., M.T., M.Sc.menyampaikan terima kasih kepada Ustaz Prof. Ahmad Wira, M.Ag., M.Si., Ph.D. yang merupakan Direktur Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan oleh Sekolah Vokasi pada Jumat pagi ini.
Kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan setiap Jumat pagi dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Kepala Lembaga, Direktur, Dekan, Direktur Sekolah, Wakil Dekan, Wakil Wakil Direktur, Kepala Departemen, Koordinator Program Studi, Kepala UPT, mahasiswa, dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.
Ustaz Prof. Ahmad Wira, M.Ag., M.Si., Ph.D. melalui ceramahnya bertopik "Semangat Hijrah dan Refleksi Awal Tahun Baru Islam" menyampaikan bahwa makna hijrah Rasulullah dari Mekkah ke Madinah dijadikan sebagai tonggak awal sejarah peradaban Islam dan penanda dimulainya penanggalan kalender Hijriah dan peristiwa ini bukan sekadar pelarian akibat penindasan kaum Quraisy, melainkan sebuah strategi transformatif untuk membangun komunitas, menyebarkan agama, dan mendirikan negara Islam yang berdaulat.
"Peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah (Yatsrib) bukanlah sekadar perpindahan geografis, melainkan strategi luar biasa yang diwarnai penindasan, ancaman pembunuhan, dan lompatan revolusioner yang mendasari penanggalan Hijriah," jelas Ustaz Prof. Ahmad Wira, M.Ag., M.Si., Ph.D.
Pada kesempatan itu, Ustaz Prof. Ahmad Wira, M.Ag., M.Si., Ph.D. menjelaskan peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan bentuk pengamalan hakiki dari keimanan dan jihad di jalan Allah untuk menyelamatkan agama serta menegakkan syariat Islam.
"Peristiwa hijrah Rasulullah adalah perpindahan dari Makkah ke Madinah untuk menyelamatkan akidah, yang sekaligus menjadi titik balik peradaban Islam. Tujuan utamanya adalah mengembangkan tauhid dan memperkuat keimanan dengan membangun masyarakat yang tunduk sepenuhnya kepada Allah Swt.," tambah Ustaz Prof. Ahmad Wira, M.Ag., M.Si., Ph.D.
Lebih lanjut Ustaz Prof. Ahmad Wira, M.Ag., M.Si., Ph.D. menyampaikan bahwa di dalam Alquran, surat At-Taubah ayat 20 Allah menyampaikan bahwa orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.
"Niat hijrah karena Allah akan mengantarkan pada kemuliaan, keberkahan hidup, serta ampunan. Segala amal ibadah sangat bergantung pada niat awal yang tulus, bukan sekadar mengikuti tren," tukuk Ustaz Prof. Ahmad Wira, M.Ag., M.Si., Ph.D.
Kata Ustaz Prof. Ahmad Wira, M.Ag., M.Si., Ph.D. hijrah bukan hanya perpindahan fisik tetapi adalah wujud ketaatan kepada Allah sehingga akidah selalu terjaga kepada Allah. (ET)






