IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

2 Meninggal Akibat Gempa Poso, Kepala BNPB: Perkuat Struktur Bangunan dan Ketahanan Rumah

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos, M.M,. (Baju hijau rompi hijau) saat berdialog dengan para warga di Kantor Desa Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Selasa (19/8/2025).
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos, M.M,. (Baju hijau rompi hijau) saat berdialog dengan para warga di Kantor Desa Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Selasa (19/8/2025).
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Suharyanto juga akan memerintahkan tim gabungan untuk melakukan asesmen keseluruh rumah ibadah yang berada di Desa Tangkura. Apabila dinilai rentan dari segi struktur bangunan, maka disarankan untuk tidak melaksanakan kegiatan didalam bangunan. Hal ini bertujuan untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan dalam proses menjalakan ibadah.

"Setelah ini, dimohon para pemerintah daerah untuk melakukan pendataan terhadap rumah rusak yang ada akibat gempa. Nantinya BNPB akan memberikan bantuan stimulan rumah rusak sesuai dengan kategori kerusakan rumah," tambah Suharyanto.

Suharyanto menekankan perlu diperkuat struktur bangunan yang ada di wilayah Kabupaten Poso. Sebagai contoh, bangunan Gereja Jemaat Elim Masani yang masih dalam tahap rekonstruksi sebaiknya tidak digunakan terlebih dahulu apabila ada kegiatan ibadah. Mengingat guncangan gempa dapat menimbulkan kerusakan yang cukup masif apabila kondisi struktur bangunan tersebut masih belum rampung.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Di lokasi lain, kondisi rumah warga yang rusak juga tak luput dari ketahanan bangunan yang masih tergolong rentan. Seperti di Desa Towu, Kecamatan Poso Pesisir, rumah milik Daeng Memang mengalami kerusakan pada bagian kamar. Saat kejadian, wanita paruh baya tersebut sempat terkena runtuhan batako dibagian belakang tubuh saat berada di kamar tidur. Tembok bangunan yang disusun dari batako putih tampak belum diplester. Kerangka atap diatas juga terdiri dari beberapa kayu tanpa adanya plafon. Kondisi ini cukup menjadikan kekhawatiran apabila gempa susulan kembali terjadi.

Suharyanto menambahkan, rumah yang rusak diakibatkan oleh gempa akan diberikan bantuan stimulan. Adapun bantuan stimulan rumah rusak besarannya yakni rumah rusak ringan sebesar 15 juta, rumah rusak sedang 30 juta dan rumah rusak berat 60 juta.

Editor : Marjeni Rokcalva
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH