Wako menambahkan, penghargaan ini diberikan kepada kabupaten/kota yang dinilai berhasil mengimplementasikan 24 indikator KLA, yang mencakup hak sipil dan kebebasan anak, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, serta perlindungan khusus bagi anak.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Arifatul Choiri Fauzi, mengapresiasi seluruh pihak yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mendukung evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak tahun 2024–2025. Ia juga menegaskan bahwa program KLA merupakan bentuk nyata dari komitmen daerah dalam membangun sistem perlindungan anak yang menyeluruh, terencana, dan berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi seluruh jajaran kementerian dan lembaga yang terlibat aktif dalam proses verifikasi pusat. Kolaborasi lintas sektor ini memperkuat integritas proses evaluasi sekaligus menjamin validitas data yang disampaikan oleh daerah,” ujarnya
dan perlindungan anak di tingkat lokal. Tujuannya adalah agar setiap anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, inklusif, dan mampu mencapai potensi maksimalnya.
Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc., Kepala BNPT Komjen Pol. Eddy Hartono, S.I.K., M.H., Ketua KPAI Ai Maryati Solihah, serta para gubernur dan wali kota dari seluruh Indonesia.( yus)
Editor : Medio Agusta






