Andri menyebut, selain menggunakan pendekatan fenomenologi, pengembangan karya dalam tesis ini, juga mengadopsi kajian realisme magis yang mengisyaratkan dimensi mistis.
Istilah magical realism atau realisme magis kata Andri, mulanya diperkenalkan melalui dunia lukis oleh kritikus seni Jerman, Franz Roh pada tahun 1925.
"Franz Roh menegaskan bahwa, aspek terpenting dalam lukisan realisme magis adalah misteri pada objek konkret yang harus dimunculkan dalam bentuk lukisan realis,"tutur Andri.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Lebih lanjut Andri menambahkan bahwa, terdapat 18 karya foto yang diajukan saat sidang laporan akhir atau tesis. Dari 18 karya tersebut, 10 diantaranya merupakan karya utama atau karya yang berkaitan langsung dengan mitos inyiak balang dan 8 karya lainnya merupakan karya pendukung."18 karya foto itu sudah dipamerkan di Gedung Pertunjukan Hoeridjah Adam, ISI Padang Panjang. Juga dilengkapi dengan buku tematik visual, poster dan infografis. Pameran ini bagian dari proses penciptaan karya tugas akhir,"tambah Andri
Editor : Adi Prima






