Safaruddin juga mengisahkan bagaimana jalan tersebut sempat terputus akibat meluapnya air karena saluran kecil tak mampu menampung debit hujan. Akibatnya, jalan terkikis dan akhirnya tak bisa dilalui kendaraan.
“Waktu itu saya bersama warga cari cara agar jalan bisa dilalui lagi, setidaknya oleh motor dan mobil kecil. Kami pasang balok kayu buat jembatan darurat, supaya anak-anak bisa tetap sekolah,” kenangnya.
Berdasarkan data dari Dinas BMCKTR Sumbar, kerusakan jalan itu terjadi akibat hujan deras pada 22 November 2024. Proyek rehabilitasi jalan ini menjadi salah satu langkah Pemprov Sumbar untuk memperbaiki akses darat dan didanai lewat PAD Tahun Anggaran 2025.
Salah satu warga, Jonni Firdaus yang juga Kepala Sekolah UPT SDN 08 Guguak Malalo, turut membenarkan betapa pentingnya akses jalan ini. Ia bercerita, saat kejadian jalan terputus, pihak sekolah bahkan sempat meliburkan murid karena akses tidak memungkinkan.
Editor : Marjeni Rokcalva






