Sutan Rajo Bujang menyebutkan,
ada dekitar 35 anak didik di daerah setempat yang berada di zona lokasi SMA 5 yang dinyatakan tidak lulus saat mendaftar.
"35 anak kemenakan kami tidak diterima dari Garegeh serta Koto Selayan. Peristiwa penggembokan ini juga pernah dilakukan di 2017," Ujarnya.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Lebih lanjut Sutan Rajo Bujang menjelaskan, lokasi SMA 5 merupakan tanah ulayat yang diijinkan untuk pembangunan sekolah dengan menyertakan kesepakatan awal memprioritaskan penerimaan siswa asal daerah setempat."Kami bersama tokoh adat yang mengijinkan pembangunan serta menjaga sekolah ini sejak lama, dulu dinyatakan satu lokal diprioritaskan untuk warga lokal, tapi ternyata terjadi hal seperti ini,"tambahSutan Rajo Bujang.
Editor : Medio Agusta






