Menurut sumber Sanskrit, Champa dipimpin oleh Bhadravarnom. Kerajaan ini menerima pengaruh China pada akhir abad ke-13, dan pengaruh ini hilang pada abad ke-15.
Kerajaan ini didirikan oleh Chu Lien. Inderapura adalah pelabuhan terkenalnya, dan kerajaan ini memiliki pegawai pemungut cukai dalam pemerintahannya. Kerajaan Champa dipengaruhi oleh agama Hindu.
Catatan tertua tentang negara ini, yang didirikan oleh orang Cham, terdapat dalam manuskrip China yang ditulis oleh dua utusan Maharaja Wu, Kang Thai dan Zhu Ying, pada pertengahan abad ke-3 Masehi. Catatan itu menggambarkan Kerajaan Funan dan menyebutkan bahwa 'Kerajaan Funan terletak lebih dari 3.000 km ke barat dari Negara Lin Yi'.
Pengkaji sejarah menamai kerajaan ini Campa, yang dikenal di kalangan orang China sebagai Lin Yi (berarti 'hutan yang penuh dengan keganasan') dan Chiam-Thánh oleh orang Vietnam. Dipercaya kerajaan ini telah ada sejak tahun 192 M di bawah pemerintahan raja Hindu bernama Sri Mara.
Lin Yi, yang juga dikenal sebagai Indrapura atau Angadvipa, dianggap sebagai negara Champa yang paling awal.
Islam mulai berkembang di kalangan Champa setelah abad ke-10 oleh pedagang Arab, Parsi, Gujarat, dan China Islam.
Sekarang, orang Champa terbagi hampir sama antara penganut agama Islam dan Hindu, dengan mayoritas Cham Vietnam beragama Hindu sedangkan mayoritas Cham Kamboja beragama Islam, meskipun masih ada minoritas besar Mahayana Buddha.
Catatan abad ke-15 Indonesia menunjukkan pengaruh Putri Darawati, seorang puteri Champa, dalam mempengaruhi suaminya, Kertawijaya, raja Majapahit ketujuh, untuk mengislamkan keluarga kerajaan Majapahit.
Makam Islam Putri Champa ditemukan di Trowulan, Jawa Timur, lokasi Empayar Majapahit.
Editor : Marjeni Rokcalva






