UNP bahkan siap mengambil peran lebih jauh dengan menjadi tenaga ahli, konsultan pendidikan, serta menyediakan pelatihan untuk dosen, guru, hingga penempatan mahasiswa magang di lokasi-lokasi Sekolah Rakyat yang akan didirikan di berbagai kabupaten dan kota.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyambut baik kesiapan UNP. Ia menegaskan, kerja sama dengan perguruan tinggi seperti UNP merupakan langkah strategis untuk mempercepat penyelenggaraan Sekolah Rakyat, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Salah satu kunci keberhasilan Sekolah Rakyat adalah pendampingan kualitas guru dan sarana-prasarana yang memadai. Kami berharap UNP bisa segera bergabung, tentu setelah verifikasi teknis oleh Kementerian PUPR. Kalau memenuhi syarat, UNP akan masuk dalam kloter kedua pembelajaran yang dimulai Juli-Agustus 2025,” kata Gus Ipul.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, juga menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Menurutnya, Sumbar telah mengusulkan sembilan lokasi untuk Sekolah Rakyat, termasuk fasilitas UNP.
Editor : Marjeni Rokcalva






