IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Jelang Ramadhan, Santri Pesantren Kauman Padang Panjang Rilis Film Terbaru Bertajuk Takjil Terakhir

Suasana Proses syuting film "Takjil Terakhir" dilaksanakan di beberapa tempat di Padang Panjang dan daerah Paninjauan, Tanah Datar. Foto: Humas Kauman Padang Panjang
Suasana Proses syuting film "Takjil Terakhir" dilaksanakan di beberapa tempat di Padang Panjang dan daerah Paninjauan, Tanah Datar. Foto: Humas Kauman Padang Panjang
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG PANJANG - Santri Pesantren Kauman Muhamamadiyah Padang Panjang kembali memproduksi film terbarunya.

Kali ini, mereka mengangkat tema Shadaqah di bulan Ramadhan. Film yang bergenre Drama Fiksi ini berjudul “Takjil Terakhir” dengan sentuhan tidak hanya tentang ibadah tetapi juga nilai-nilai sosial di masyarakat.

Film ini mengisahkan tentang seorang gadis remaja bernama Azura yang memiliki keinginan kuat untuk memberikan Takjil kepada masrakat yang membutuhkan selama Ramadhan. Tetapi, dihadapkan dengan ujian dan godaan dari teman-teman di sekolah tempat ia menimba ilmu.

Proses syuting film “Takjil Terakhir” dilaksanakan di beberapa tempat di Padang Panjang dan daerah Paninjauan, Tanah Datar. Dan film yang berdurasi 5 menit ini akan diikutsertakan dalam perlombaan ditingkat nasional pada bulan Maret 2025 mendatang.

Cindy Azriza Aizura selaku Sutradara, yang akrab disapa Cindy menjelaskan bahwa film ini diangkat terinspirasi dari pergaulan remaja saat ini yang kurang bermanfaat terutama di bulan Ramadhan.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
“Selain dari sebagai media penghibur bagi penonton tetapi juga kami pengen memberikan pesan moral untuk mengajak dalam kebaikan terutama kepada remaja khusunya”, ujar Cindy.

Ia menambahkan, “Film ini juga memberikan edukasi kepada penonton bahwa shadaqah itu tidak hanya berupa materi saja, melainkan memberikan perhatian dan saling mengasihi satu sama lain juga termasuk shadaqah”, ucap Cindy.

Film yang beranggotakan sebanyak 17 orang santri ini rencananya juga akan ikut dalam event Festival Film Lampung tingkat nasional dimana karya mereka akan dinilai seberapa bagus dan baik.

Sementara itu, Ali Nurdiansyah sebagai guru pendamping sekaligus Produser mengakui film yang akan diangkat santri Kauman ini memiliki nilai-nilai estetika yang sangat bagus di kalangan remaja dan juga kepada masryarakat.

“Saya berharap anak-anak memiliki semangat dan kerja keras untuk memproduksi film ini. Ide mereka juga bagus dalam mengangkat karya film yang keenam ini”, ucap Ali.

Editor : Marjeni Rokcalva
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH