IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Komisi C DPRD Kota Payakumbuh Tinjau IPLT Untuk Mengevaluasi Efektifitas Pengelolaan Limbah

Komisi C DPRD Kota Payakumbuh meninjau langsung Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT)
Komisi C DPRD Kota Payakumbuh meninjau langsung Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT)
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PAYAKUMBUH – Komisi C DPRD Kota Payakumbuh meninjau langsung Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) untuk mengevaluasi efektivitas pengelolaan limbah serta mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi.

Kunjungan yang berlangsung pada Senin (10/02/2025) ini dipimpin oleh Ketua Komisi C, Fitrayanto, bersama Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman Putra. Rombongan juga diikuti oleh Wakil Ketua Komisi C, Febriadi, serta anggota H. Dahler, Mesrawati, dan Mardion Fernandes. Sekretaris DPRD beserta jajaran turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Saat peninjauan, Komisi C menyoroti kapasitas IPLT yang dinilai belum optimal dalam melayani kebutuhan masyarakat. Ketua Komisi C, Fitrayanto, menegaskan bahwa sistem pengolahan limbah di Payakumbuh harus dikembangkan agar lebih efektif dan efisien, terutama dalam menghadapi peningkatan volume limbah domestik.

"IPLT ini sudah cukup bagus, tetapi masih perlu pengembangan lebih lanjut, baik dari segi fasilitas maupun teknologi. Dengan sistem yang lebih modern dan kapasitas yang ditingkatkan, tentu manfaatnya akan lebih besar bagi masyarakat," ujar Fitrayanto.

Komisi C juga menyoroti pentingnya peningkatan anggaran guna memperbaiki sistem pengolahan limbah yang masih bersifat konvensional.

Wakil Ketua Komisi C, Febriadi, menegaskan bahwa pihaknya akan mengupayakan tambahan anggaran agar pengelolaan IPLT lebih maksimal.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
“Kami akan berusaha mendorong agar sistem pengolahan limbah ini bisa lebih modern dan efisien. Jika anggaran memadai, tentu layanan kepada masyarakat akan semakin optimal,” ujarnya.

Selain membahas peningkatan kapasitas IPLT, Komisi C juga mengulas aspek lingkungan dan pemanfaatan hasil pengolahan limbah.

Beberapa daerah seperti Depok dan Bogor dinilai memiliki sistem IPLT yang lebih maju, sementara Payakumbuh mengadopsi metode dari Lamongan dalam pemanfaatan pupuk hasil olahan limbah.

Namun, karena perbedaan pola konsumsi, pupuk tersebut masih direkomendasikan untuk tanaman hias dan belum digunakan untuk tanaman pangan.

Editor : Medio Agusta
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH