LIMAPULUH KOTA - Setelah melewati kontraksi ekonomi akibat pandemi covid, saat ini sejumlah negara termasuk Indonesia mengkhawatirkan terjadi adanya isu ancaman resesi disebabkan peningkatan inflasi global akibat supply disruption yang diakibat pandemi dan perang Rusia-Ukraina.
Berbagai dampak ekonomi akibat resesi global saat ini perlahan mulai dirasakn masyarakat, seperti kurangnya daya beli karena kenaikan harga, meningkatnya angka kemiskinan, serta produksi menurun akibat kurangnya permintaan.
Dengan menyandingkan semangat berinovasi dengan spirit pelayanan kepada masyarakat, Dinas Perdagangan Koperasi UKM Kabupaten Limapuluh Kota sesuai dengan program kerja Tahun 2024 berupaya menyelesaikan isu aktual terkait masalah ekonomi dan resesi global yang menyasar masyarakat sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Perdagangan Koperasi UKM Kabupaten Limapuluh Kota.
Diantara isu aktual tersebuat diantaranya masalah pengentasan kemiskinan yang difokuskan pada data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Dimana pada tahun 2023 dan 2024 dengan menggunakan dana intensif fiskal, Dinas Perdagangan Koperasi UKM Limapuluh Kota fokus untuk menumbuhkan wira usahawan baru dalam bentuk pelatihan dan pemberdayaan kelompok perempuan dalam hal ini para anggota PKK agar dapat produktif dalam membantu ekonomi keluarga.

Dilanjutkan Kadis Perdagangan Koperasi UKM Kabupaten Limapuluh Kota Rahmad Hidayat, ditengah daya beli masyarakat yang saat ini tengah mengalami penurunan, pihaknya berusaha maksimal ditengah keterbatasan anggaran untuk mengintensifkan pelayanan usaha terpadu melalui konsultan pada Pusat Layanan Usaha Terpadu - Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (PLUT-KUMKM), termasuk melakukan pendampingan dan kunjungan-kunjungan pada pelaku usaha UMKM Limapuluh Kota.
"Kita menjembatani UMKM yang mengalami kesulitan dalam pemasaran, kemudian memfasilitasi agar produk-produk yang dihasilkan UMKM berkuaitas agar memiliki daya saing. Di tahun 2024 ini kita juga melahirkan inovasi Gardu Bangsa yaitu gerakan terpadu mengembangkan usaha, dimana kita melakukan loby pada instansi vertikal dan BUMN agar menjadikan produk UMKM Limapuluh Kota sebagai prioritas kebutuhan suvenir dan oleh-oleh. Bahkan, ini BPJS Ketenagakerjaan telah membranding Madu Galo-galo untuk dijadikan suvenir kegiatan mereka," terang Rahmad Hidayat.

Selanjutnya isu aktual menyangkut masalah ekonomi yang harus diantisipasi, kata Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM Limapuluh Kota adalah maraknya aktifitas pinjaman online dan praktek-praktek rentenir ditengah masyarakat. Menurut Rahmad Hidayat hal ini sudah sampai kepada tahap yang meresahkan dan merusak sendi-sendi ekonomi sosiokultural. Masyarakat cenderung Permisiv terhadap hutang, sehingga banyak Koperas yang mati akibat besarnya jumlah tunggakan.
Editor : Berita Minang






