Perubahan iklim juga berdampak pada ketersediaan pakan alami di beberapa wilayah, terutama selama musim kemarau. Hal ini menyebabkan peternak harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli pakan komersial, yang berdampak pada peningkatan biaya produksi. Dan salah satu tantangan peternak adalah dibiaya untuk pakannya. Dimana pakan ternak itu sendiri mempunyai persentase biaya sekitar 70-80%.
Dengan demikian, perlu adanya upaya pengembangan untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut seperti beberapa inisiatif oleh pemerintah daerah, dinas peternakan, maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
1. Meningkatkan Kapasitas Peternak Melalui Pelatihan (Penyuluhan)
Pelatihan yang lebih intensif dan berkelanjutan diberikan kepada kelompok tani ternak, khususnya dalam hal teknologi peternakan, manajemen kesehatan hewan, serta teknik pengolahan hasil ternak.
2. Dukungan Infrastruktur
Pemerintah daerah melalui dinas terkait membangun fasilitas infrastruktur yang mendukung, seperti pusat kesehatan hewan, pasar ternak, serta penyediaan fasilitas kandang kolektif yang dapat digunakan bersama oleh para peternak.
3. Kemitraan dengan Pihak Swasta dan Koperasi
Melalui kemitraan ini, mereka mendapatkan akses yang lebih baik ke pasar, serta bantuan teknis dan keuangan yang diperlukan untuk meningkatkan skala produksi.
Kesimpulan
Kelompok tani ternak sapi di Padang Pariaman bisa dijadikan kekuatan ekonomi lokal yang memiliki potensi besar untuk berkembang. Dengan dukungan teknologi, akses ke pasar yang lebih luas, dan kolaborasi yang kuat antar peternak, kelompok tani ternak sapi di wilayah ini dapat terus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan para anggotanya. Meskipun akan masih dihadapkan pada berbagai tantangan, akan tetapi dengan semangat gotong royong dan kearifan lokal yang kuat menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan usaha ternak sapi di Padang Pariaman di masa depan.
Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Padang Pariaman. (2024). Kabupaten Padang Pariaman Dalam Angka 2024. Padang Pariaman: Badan Pusat Statistik
(Lisdawati Harahap)
Editor : Berita Minang






