Lebih lanjut disampaikan, bahwa sekolah dapat mengembangkan literasi matematika melalui pembiasaan literasi numerasi sekolah, pembelajaran berbasis numerasi di kelas, penyediaan fasilitas maupun kegiatan ekstrakurikuler terkait literasi matematika.
Pertemuan kedua kegiatan pelatihan DT dilakukan secara asynchronus dengan memberikan pendampingan dalam pembuatan soal literasi matematika. Sebelum melakukan pendampingan kepada para guru, pemateri mengirimkan langkah-langkah dalam pembuatan soal literasi matematika melalui Whatsapp terlebih dahulu. Dalam kegiatan tersebut para guru langsung mempraktekkan bagaimana cara membuat soal literasi matematika yang nantinya dapat diakses secara digital melalui gawai mereka.
Pertemuan ketiga oleh Dr. Arnellis, M.Si., sebagai pemateri kedua menyampaikan materi tentang Pembelajaran STEM education. Pembelajaran STEM education terintegrasi literasi matematika memberikan dampak positif terwujudnya kecakapan fundamental generasi Indonesia. Oleh karena itu perlu design thinking yang matang.
Dr. Arnellis, M.Si, mengungkapkan bahwa materi STEM yang disajikan bersumber dari berbagai disiplin ilmu, dikaitkan dengan kearifan lokal dan teknologi. Dengan demikian kecakapan guru dan siswa dalam pemecahan masalah terasah.
Pertemuan keempat dan kelima dilaksanakan secara daring oleh Dra. Nonong Amalita, M.Si dan narasumber Saddam Al Aziz, M.Pd., dengan judul materi memanfatkan penggunaan artificial intelligent dalam literasi matematika dan pembelajaran STEM education.
Dalam proses pembelajaran literasi matematika terintegrasi STEM education seorang guru dapat memperkenalkan AI pada peserta didik agar pembelajaran lebih mudah dipahami.
Di era modern sekarang ini semua dapat diakses melalui digital, seperti halnya literasi matematika dan STEM education dapat menggunakan AI yang nantinya dapat mempermudah peserta didik dalam mencari sumber belajar yang mereka inginkan.
Tujuan pengabdian ini diharapkan guru MGMP Matematika SMA/MA Kota Payakumbuh dapat terus berinovasi meningkatkan kompetensi DT dalam budaya lima selai dan AI dalam pembelajaran yang menarik dan relevan, sehingga pembelajaran tidak hanya menjadi tugas di sekolah saja tetapi juga menjadi pengalaman hidup yang berarti bagi peserta didik.
Kegiatan yang dilaksanakan secara luring terlihat antusias serta keaktifan peserta selama kegiatan berlangsung.Hal tersebut ditandai dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi yang seru bersama narasumber kegiatan ini.
Editor : Berita Minang






