BATIPUH - Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Kelola Bahan Kimia Kadaluarsa/Tidak Terpakai dan Limbah Labor Menuju Labor Berbasis Green Chemistry” dilaksanakan di SMA Negeri 1 Batipuah, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar tanggal 5–6 September 2026. Selanjutnya pada tanggal 7-18 September 2026 peserta secara berkelompok membuat SOP pengelolaan dan keselamatan labor berbasis Green Chemistry untuk sekolah masing-masing.
Program ini digagas oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi Magister Pendidikan Kimia yang disuport oleh Lembaga Penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Padang (UNP) sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pengelolaan laboratorium sekolah yang aman, efisien, dan ramah lingkungan.
Acara dibuka oleh Kepala SMA Negeri 1 Batipuah yang diwakili oleh Wakil Kurikulum Yosa Fitriani, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kesadaran guru dan siswa terhadap bahaya bahan kimia kadaluarsa serta urgensi penerapan prinsip green chemistry dalam kegiatan praktikum.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan laboratorium sekolah yang tidak hanya mendukung pembelajaran sains, tetapi juga menjaga keselamatan dan kelestarian lingkungan,” katanya.
Peserta kegiatan terdiri dari guru IPA (Kimia, Biologi, dan Fisika) dari SMA Negeri 1 Batipuah serta SMA Negeri X Koto Tanah Datar. Peserta mendapatkan materi yang komprehensif mengenai identifikasi bahan kimia kadaluarsa, teknik pemisahan dan pengelolaan limbah laboratorium, serta penerapan konsep reduce, reuse, recycle dalam aktivitas praktikum. Selain itu, tim pengabdian juga memberikan pelatihan tentang strategi membangun budaya keselamatan kerja di laboratorium, termasuk prosedur penyimpanan bahan kimia, penanganan limbah cair dan padat, serta alternatif penggunaan bahan kimia yang lebih ramah lingkungan.
Kegiatan ini tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga dilengkapi dengan sesi diskusi, studi kasus, dan praktik langsung. Guru-guru IPA diajak untuk mengidentifikasi permasalahan nyata di laboratorium sekolah masing-masing, kemudian merumuskan solusi berbasis prinsip green chemistry. Dengan pendekatan partisipatif ini, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara langsung dalam pengelolaan laboratorium di sekolah.
Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian The Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kapasitas guru dalam pengelolaan laboratorium, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dengan penerapan pengelolaan bahan kimia dan limbah secara bijak, serta SDG 13 (Climate Action) melalui upaya mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas laboratorium. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran sains, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.
Melalui program ini, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UNP berharap guru-guru IPA dapat menjadi pionir dalam menciptakan laboratorium berbasis green chemistry di Tanah Datar. Ke depan, kegiatan ini diharapkan menjadi model pengabdian yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain, sehingga tercipta jaringan laboratorium pendidikan yang aman, berkelanjutan, dan mendukung pembelajaran sains modern. (R/BM)
Editor : Marjeni Rokcalva






