"Jika permasalahan ini tidak diselesaikan maka akan berdampak pada gagalnya realisasi program kelas digital yang sudah dirancang dan juga sudah menggunakan anggaran sekolah yang cukup besar," tambahnya.
Tujuan pelaksanaan kegiatan PKM ini adalah untuk memberikan alternatif solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh mitra PKM. Alternatif solusi pertama yang ditawarkan adalah program pelatihan digitalisasi sumber belajar. Alternatif solusi kedua yang ditawarkan adalah pelatihan asesmen dan evaluasi pembelajaran berbasis artificial intelligence (Chat GPT).
Kegiatan PKM ini akan dijabarkan dalam 6 bentuk kegiatan pelaksanaan. Kegiatan pertama adalah sosialisasi yang berisi penyampaian materi pelatihan berupa konsep digitalisasi sumber belajar dan konsep asesmen dan evaluasi berbasis Chat GPT. Kegiatan kedua adalah pelatihan yang berisi kegiatan praktik bagi peserta. Kegiatan ketiga adalah penerapan teknologi untuk digitalisasi sumber belajar dan asesmen serta evaluasi pembelajaran.
Kegaitan berikutnya adalah pendampingan untuk memudahkan proses praktik peserta dan dilanjutkan kegaitan evaluasi untuk mengukur capaian kegiatan pelatihan. Kegiatan terakhir adalah tidak lanjut program pelatihan yang berfungsi membantu peserta mengimplementasikan hasil pelatihan dalam konteks pembelajaran sesungguhnya.
Sedangkan, Tim Pengabdian terdiri dari Ketua, Indra Saputra, S.Pd., M.Pd. bersama aggota tim, Dra. Hayatunnufus, M.Pd da Siska Miga Dewi, S.ST, M.Pd dengan dibantu dua mahasiswa, Aisya Shabrina dan Nadiratul Khaira. (MR)
Editor : Berita Minang






